Langsung ke konten utama

Musim Baru, Dejavu dan Semangat Baru

Sumber: x.com


Liga sudah berakhir, Milan finish di posisi ke-9 dan dipastikan Milan gak akan main di Kompetisi Eropa musim depan. Miris banget. 

Kalian bisa bayangin nggak, pemain sekaliber Leao, Reijnders, Santiago Gimenez, Theo Hernandez, Kyle Walker, Mike Maignan sampai Joao Felix. Ternyata gak mampu bawa Milan ke kompetisi Eropa. Kacau kacau. 

Tapi we need to moved on, musim depan fokus kembali ke jalur yang seharusnya tentu saja dengan persiapan perombakan squad yang jauh lebih kompeten secara materi dan kompetitif di liga. 

Ini dia beberapa nama yang santer dikabarkan sedang diincar dan akan dijual oleh AC Milan, untuk membenahi performa buruk mereka di musim ini. 

Pemain yang Diincar 

Luka Modric 

Entah kalian Milanisti setuju atau enggak, Modric memang seorang gelandang yang sempurna setidaknya dalam 10-15 tahun terakhir. Tapi usia gak bisa bohong bro, 39 tahun loh. Sebuah usia yang terlalu tua. 

Liga Italia bukan liga aki-aki beneran kan? Tapi ada argumen yang bisa diterima tentang rumor Modric ini. 

"Ya kan mainnya cuman seminggu sekali, gapapa kali pake Modric. Nambah pengalaman para pemain juga, mentalitas juga udah teruji." 

Make sense kalau alasannya kayak gitu. 

Samuelle Ricci

Sumber: radar.tasik.id

Nama Ricci udah dikaitkan Milan dari bursa transfer musim lalu, musim dingin sampai musim panas kali ini. Tapi kenapa susah amat sih deal-nya, Oh iya ding presiden Torino ruwet orangnya. 

Samuelle Ricci menjadi nama yang paling sering muncul juga ketika Milan mulai melakukan revolusi "back to Italian". 

Gelandang Italia ini masih muda dan terbilang menjadi salah satu generasi masa depan gelandang Italia, kemampuannya yang pintar mengatur lini tengah Torino menjadi lebih seimbang. Lebih sering bermain sebagai central midfielder

Di tangan pelatih yang hebat dia bisa menjadi salah satu gelandang terbaik di Italia. 

Adrien Rabiot 

Bukan nama baru bagi Milan di bursa transfer, musim panas kemarin sempat diincar ketika kontraknya habis bersama Juventus, tapi justru berlabuh ke Marseille. 

Kali ini Milan berupaya untuk membawa sang pemain ke San Siro, untuk memperkuat lini tengah AC Milan. Sang pelatih sendiri sangat suka dengan karakteristik sang pemain dan gaya bermainnya sudah bukan hal baru. 

Gak kaget juga sih, mereka berdua pernah kerjasama di Juventus selama bertahun-tahun dan Rabiot juga menjadi andalan lini tengah Allegri di Juventus. 

Pasti bingung kenapa banyak nama midfielder ya, selain dua nama diatas ada Rovella (Lazio), Guendouzi (Lazio) dan Ederson (Atalanta). 

Karena hal ini.....

Pemain yang Dijual

Tijjani Reijnders (Resmi)

Sumber: x.com/FabrizioRomano


Resmi Milan kehilangan gelandang terbaik Serie A musim ini, yaitu Tijjani Reijnders yang sudah resmi pindah ke Manchester City dengan total 70 euro (dengan bonus). 

Dari Kessie, Tonali sekarang Reijnders dengan alasan finansial Milan harus selalu menjual pemain bintangnya. Siapa coba Milanisti yang gak sedih denger ini? 

Iya siapa yang gak sedih coba, di tengah performa buruknya Milan, Reijnders adalah satu-satunya pemain yang selalu konsisten bahkan menjadi andalan lini tengah dua pelatih pada saat itu, Fonseca dan Conceicao. 

Huft capek banget dah jadi Milanisti musim ini ya. 

Theo Hernandez (Rumor)

Musim ini memang Theo tidak banyak perform dengan statistiknya saat ini 4 Goal dan 3 Assist. Memang sebagai fullback statistik perlu diperhatikan, bukan sekedar menyerang atau bertahan saja. 

Theo Hernandez dirumorkan akan pergi ke Liga Arab Saudi dengan Al-Hilal, walaupun Theo belum deal dengan Al Hilal tetapi Milan sudah sepakat di harga 35 euro SAJA. Please lah, ini klub Arab loh porotin dikit gapapa.

Kabarnya Theo bakalan menolak dan lebih memilih menunggu tawaran dari Atletico Madrid. Atletico juga klub favorit Theo sejak kecil. 

Jual semua bang pemainnya bang. 

Rafael Leao (Rumor)

Leao juga sepertinya bersiap untuk "mengangkat" kopernya dari AC Milan, khusus yang satu ini bahkan udah hapus bio @ACMilan-nya di Instagram pribadinya. 

Gimana dong, pemain yang biasa menjadi pembeda ketika Milan mengalami kesulitan menyerang justru lebih "ekspresif" dalam mengungkapkan keinginannya untuk pindah. 

Walaupun Allegri pelatih baru telah berkata bahwa Milan yang baru ini akan berpusat pada Leao dalam strateginya. 

Leao sendiri santer dikabarkan diminati oleh Bayern Munchen, Arsenal, Liverpool dan Barcelona. Bayern menjadi klub yang paling dekat untuk mendapatkan Leao. 

End of The Story

Milan sepertinya kacau balau sejak dipastikan tidak masuk ke kompetisi Eropa. Secara finansial juga kesulitan untuk bersaing. Dapat dipastikan juga Milan akan kehilangan beberapa pemain bintangnya. 

Sebuah kondisi sulit yang harus diterima dan menjadi sebuah konsekuensi dari gagalnya Milan lolos ke kompetisi Eropa. 

Menurut kamu, gimana pergerakan Milan di bursa transfer sejauh ini? Tulis di kolom komentar ya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Inter dan Milan Punya Stadion yang Sama tapi Beda Nama?

Sumber: sportspro.com Bagi para penggemar sepak bola, stadion San Siro adalah salah satu ikon paling terkenal di dunia. Tapi yang unik, stadion ini digunakan oleh dua klub besar Serie A, yaitu AC Milan dan Inter Milan.  Meski berbagi stadion yang sama, kedua klub ini menyebutnya dengan nama berbeda: Milan menyebutnya San Siro , sementara Inter menyebutnya Giuseppe Meazza . Bagaimana sejarah di balik fenomena ini? Yuk, kita bahas! Sejarah Singkat Stadion San Siro San Siro, yang terletak di Milan, dibangun pada tahun 1926 atas inisiatif Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu. Awalnya, stadion ini hanya digunakan oleh AC Milan dan memiliki kapasitas sekitar 35.000 penonton. Stadion ini diberi nama sesuai dengan nama distrik di mana stadion tersebut berada, yaitu San Siro. Pada tahun 1947 , Inter Milan mulai berbagi penggunaan stadion dengan AC Milan. Hal ini dilakukan karena Inter tidak memiliki stadion sendiri yang memadai untuk menggelar pertandingan besar.  Sejak saat i...

Apakah Rafael Leão Bisa Menjadi Bintang Seperti Kaka di AC Milan?

AC Milan dikenal sebagai klub yang melahirkan banyak bintang dunia, salah satunya adalah Ricardo Kaka. Pemain asal Brasil ini menjadi ikon Milan di era 2000-an, membawa klub meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Liga Champions 2007 .  Kini, Milan memiliki bintang baru, Rafael Leão, yang dianggap sebagai salah satu pemain paling berbakat di generasi saat ini. Namun, apakah Leão bisa mencapai level yang sama dengan Kaka? Mari kita analisis lebih dalam. Perbandingan Gaya Bermain Kaka: Playmaker Elegan dengan Visi Tajam Kaka dikenal dengan gaya bermain yang elegan. Ia adalah gelandang serang yang memiliki visi luar biasa, dribel yang halus, dan penyelesaian akhir yang klinis.  Kecepatan dan ketenangannya di depan gawang membuatnya menjadi ancaman utama bagi lawan. Selain itu, Kaka juga memiliki kemampuan memimpin permainan dari lini tengah, sesuatu yang membuatnya sangat dihormati di Milan. Leão: Kecepatan dan Dribel Mematikan Sementara itu, Rafael Leão lebih dikenal seba...

Pemain-Pemain Paling Setia di AC Milan: Sebuah Bukti Loyalitas!

  (Sumber: goal.com) Kalau ngomongin AC Milan, nggak cuma soal trofi, sejarah, atau San Siro aja yang jadi sorotan. Klub ini juga terkenal punya pemain-pemain yang super loyal.  Bayangin, mereka nggak cuma main sebentar, tapi bertahun-tahun di Milan sampai jadi legenda sejati!  Yuk, kita kenalan sama beberapa pemain Milan dengan masa bakti terlama yang bikin kita makin cinta sama Rossoneri. Paolo Maldini: Raja Loyalitas Milan Pertama, siapa sih yang nggak kenal Paolo Maldini? Ikon Milan banget, bro! Maldini nggak cuma main lama di Milan, tapi dia literally hidup di Milan. Mulai debut tahun 1985 , Maldini pakai seragam merah-hitam selama 25 tahun sampai pensiun tahun 2009 .  Selama itu, dia main lebih dari 900 pertandingan dan bawa Milan juara Serie A, Liga Champions, dan banyak lagi.  Fun fact : sekarang anaknya, Daniel Maldini , juga ikut nerusin legacy keluarga di Milan. Maldini = Milan, setuju?. Walaupun sempet dipinjamin dan akhirnya pindah resmi ke Mon...