Rúben Amorim's revolution at AC Milan has taken another significant step. Ahead of the opening weekend of the 2026/27 Serie A season , the league published the updated shirt numbers for Milan's registered players. Four familiar names were notably absent from the list: Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Christopher Nkunku and Santiago Giménez . Their numbers 23, 19, 18 and 7 respectively have been left vacant. While the absence of a shirt number does not legally mean a player has left the club, the situation becomes far more significant when combined with reports that all four players are training separately from the main squad. For Amorim, this looks increasingly like the first major step in reshaping Milan according to his own ideas. Fikayo Tomori: The Defender Who No Longer Fits? Tomori is arguably the biggest surprise among the four. The English centre-back has been an important figure at Milan for several seasons, but Amorim's system requires defenders with specif...
Era Baru AC Milan di Bawah Ruben Amorim AC Milan memasuki musim 2026/27 dengan wajah yang berbeda. Setelah era Massimiliano Allegri berakhir, Rossoneri menunjuk Rúben Amorim sebagai pelatih baru dengan misi membangun identitas permainan yang lebih agresif dan modern. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Saat memperkenalkan Amorim, AC Milan secara resmi menyoroti gaya bermainnya yang mengandalkan high pressing, penguasaan bola, transisi cepat, serta pengembangan pemain . Artinya, pergantian Allegri ke Amorim bukan sekadar pergantian pelatih. Milan sedang mencoba mengubah cara mereka bermain. Dari Pragmatism Allegri ke Intensitas Amorim Di bawah Allegri, Milan lebih identik dengan pendekatan pragmatis. Struktur pertahanan, keseimbangan, pengelolaan tempo, dan kemampuan mengontrol risiko menjadi bagian penting dari permainan. Amorim membawa pendekatan yang berbeda. Pelatih asal Portugal tersebut cenderung ingin timnya bermain dengan garis pertahanan lebih tinggi, melakukan press...