Era Baru AC Milan di Bawah Ruben Amorim AC Milan memasuki musim 2026/27 dengan wajah yang berbeda. Setelah era Massimiliano Allegri berakhir, Rossoneri menunjuk Rúben Amorim sebagai pelatih baru dengan misi membangun identitas permainan yang lebih agresif dan modern. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Saat memperkenalkan Amorim, AC Milan secara resmi menyoroti gaya bermainnya yang mengandalkan high pressing, penguasaan bola, transisi cepat, serta pengembangan pemain . Artinya, pergantian Allegri ke Amorim bukan sekadar pergantian pelatih. Milan sedang mencoba mengubah cara mereka bermain. Dari Pragmatism Allegri ke Intensitas Amorim Di bawah Allegri, Milan lebih identik dengan pendekatan pragmatis. Struktur pertahanan, keseimbangan, pengelolaan tempo, dan kemampuan mengontrol risiko menjadi bagian penting dari permainan. Amorim membawa pendekatan yang berbeda. Pelatih asal Portugal tersebut cenderung ingin timnya bermain dengan garis pertahanan lebih tinggi, melakukan pressi...
Ketika membahas calon pelatih AC Milan, banyak fans langsung terpaku pada nama besar. Namun dalam sepak bola modern, yang lebih penting adalah kesesuaian filosofi dengan materi pemain yang tersedia. Apalagi Milan saat ini sedang berada dalam fase transisi. Dengan kemungkinan hengkangnya beberapa pemain senior dan perubahan struktur tim, Rossoneri membutuhkan pelatih yang mampu memaksimalkan potensi skuad tanpa harus melakukan revolusi besar-besaran. Di antara nama-nama yang beredar dalam berbagai laporan media, tiga kandidat yang paling menarik untuk dibahas adalah Mauricio Pochettino, Xavi Hernandez, dan Matthias Jaissle . Mauricio Pochettino: Kandidat yang Paling Realistis Kenapa Pochettino Cocok untuk Milan? Dalam beberapa hari terakhir, nama Mauricio Pochettino disebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kursi pelatih Milan. Bahkan sejumlah laporan menyebut telah terjadi beberapa kontak langsung antara pihak Milan dan pelatih tim nasional Amerika Serikat tersebut. Dari ...