Divock Origi datang ke AC Milan pada musim panas 2022 dengan status bebas transfer setelah berpisah dari Liverpool. Sebagai pemain yang punya reputasi besar di laga-laga penting, termasuk gol bersejarah di semifinal dan final Liga Champions bersama The Reds, ekspektasi fans Milan tentu tinggi. Namun, realita perjalanan Origi di San Siro justru jauh dari harapan.
Performa yang Tidak Sesuai Ekspektasi
Sejak debutnya di Serie A, Origi kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya. Cedera berulang dan minimnya kontribusi gol membuatnya sulit bersaing dengan penyerang lain seperti Olivier Giroud atau Rafael Leão. Dalam dua musim pertamanya, catatan gol dan assist Origi terbilang rendah, sehingga ia lebih banyak menjadi opsi cadangan.
Situasi Kontrak dan Kontroversi
Yang membuat kontroversi adalah fakta bahwa Origi masih terikat kontrak jangka panjang dengan Milan, padahal performanya dianggap tidak sepadan dengan gaji yang ia terima. Pada musim 2024/2025, Origi bahkan tidak dimasukkan dalam skuad utama dan hanya tampil bersama tim U-23. Hal ini memicu diskusi panas di kalangan Milanisti: apakah Milan harus segera melepasnya, atau tetap menunggu ia menemukan kembali performanya?
Masa Depan Origi di Milan
Beberapa media Italia dan Inggris menyebutkan bahwa Origi kemungkinan akan dilepas ke klub lain, bahkan ada rumor ketertarikan dari klub-klub Arab Saudi. Bagi Milan, melepaskan Origi bisa menjadi langkah tepat untuk mengurangi beban gaji sekaligus memberi ruang bagi penyerang baru yang lebih produktif.
Analisis: Mengapa Kasus Origi Penting?
Kisah Origi di AC Milan adalah contoh nyata risiko transfer bebas. Meski tidak mengeluarkan biaya transfer, klub tetap menanggung gaji tinggi tanpa kontribusi yang sepadan. Dari sisi manajemen, kasus ini menjadi pelajaran penting agar Milan lebih selektif dalam merekrut pemain, terutama yang datang dari klub besar dengan riwayat cedera panjang.
Kesimpulan
Divock Origi datang dengan harapan besar, tetapi sejauh ini kariernya di AC Milan belum sesuai ekspektasi. Dengan kontrak yang masih berlaku dan performa yang jauh dari ideal, masa depannya di San Siro tampak semakin sulit. Pertanyaannya, apakah Milan akan segera melepasnya, atau memberi satu kesempatan terakhir?

Komentar
Posting Komentar