Nama-nama seperti Nico Barella, Sandro Tonali, Dimarco dan Gigio Donnarumma adalah nama besar yang digadang-gadang menjadi pilar utama untuk Timnas Italia di Piala Dunia 2026 kali ini.
Hasilnya, mereka justru tidak lolos pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, kalah dari Bosnia & Herzegovina (melalui babak adu penalti). Hasil yang menggemparkan beberapa media nasional di Italia dan negara-negara lain.
Lalu, apa faktor terbesar yang memengaruhi negara sekuat dan sekelas Italia tidak lolos ke Piala Dunia 2026 kali ini? Berikut ini ada beberapa faktor yang paling berpengaruh.
Pelatih yang Tidak Kompeten
Bayangkan ada nama besar seperti Carlo Ancelotti (sebelum akhirnya menjadi pelatih timnas Brasil), Antonio Conte, Enzo Maresca dan Massimiliano Allegri (Pelatih AC Milan). Segudang prestasi telah ditorehkan terutama untuk nama pertama.
Tetapi FIGC, Federasi Sepak Bola Italia, memilih salah satu legenda mereka yang minim pengalaman dalam melatih, terutama dalam mencapai prestasi baik untuk klub ataupun timnas, Gennaro Gattuso.
Walaupun staf pelatihan Gattuso diisi pemain berpengalaman dengan timnas Italia seperti Bonucci, Barzagli, dan Zambrotta. Faktanya, pengalaman di kancah internasional sebagai pelatih dan sebagai pemain sangat berbeda.
Ancelotti dan Conte menjadi dua nama yang memiliki pengalaman kepelatihan sangat tinggi, baik itu Internasional ataupun Nasional. Maka tidak heran banyak para fans Gli Azzurri justru marah dan kesal terhadap komposisi pelatih saat ini.
Pilihan Para Pemain yang Memperkuat Timnas Italia
Walaupun banyak nama besar yang digadang-gadang bisa membawa Italia ke Piala Dunia 2026, faktanya banyak nama yang dirasa tidak cocok justru masih saja dipanggil untuk membela timnas, bahkan bermain sebagai starter timnas pada saat itu.
Nama-nama seperti Bryan Cristante, Leonardo Spinazzola, Matteo Politano, dan Manuel Locatelli. Sangat berbanding jauh sekali dengan era Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006, nama-nama seperti Pirlo, De Rossi, dan Totti.
Pemilihan pemain yang dinilai terlalu middle class, faktanya memang nama-nama itulah yang lagi berada di level permainan terbaik di Italia. Cukup miris jika dibandingkan dengan yang sebelumnya.
Lalu kenapa pemain Italia terlihat seperti tidak ada regenerasi yang berarti, kecuali Marco Palestra dan Pio Esposito itupun mereka bukanlah pemain inti dari Italia.
Trust Issue terhadap Pemain Muda
Ini adalah ironi di klub-klub yang bermain di Italia, khususnya para pelatih di klub-klub Italia. Hampir semuanya tidak percaya kepada pemain muda mereka. Seperti Camarda (16 tahun), Bartesaghi (19 tahun), Ruggeri (19 tahun) dan Tomaso Baldanzi (21 tahun)
Nama-nama di atas memiliki match bersama tim senior sangat sedikit, kecuali Bartesaghi yang sudah menjadi andalan di bek kiri AC Milan. Sisanya masih menjadi penghangat bangku cadangan. Hampir semuanya bermain untuk klub-klub besar Italia, seperti Inter, AC Milan, Roma, Atalanta dan Juventus.
Tapi sangat jarang diberi menit bermain, entah kenapa pelatih-pelatih di klub Italia, terutama di Serie A, seolah tidak percaya dengan regenerasi pemain muda mereka. Sehingga nama-nama tua selalu muncul di skuad timnas Italia saat ini.

Komentar
Posting Komentar