Langsung ke konten utama

Why Niklas Füllkrug Makes Tactical Sense as AC Milan’s New Striker

 

Sumber: skor.republika.co.id

AC Milan’s Striker Dilemma Under Allegri

Since Massimiliano Allegri’s return, AC Milan have shifted toward a more pragmatic, structure-first approach. While Milan possesses quality wide players like Rafael Leão and Christian Pulisic, the striker role remains problematic. The team often lacks a physical reference point, especially against deep-defending Serie A opponents.

This is where Niclas Füllkrug becomes a relevant and logical option.

Niclas Füllkrug: Profile and Playing Style

  • Age: 32

  • Height: 1.89 m

  • Position: Centre Forward

  • Style: Target man / Box striker

Füllkrug is not a modern pressing-forward who thrives on pace. Instead, he excels at hold-up play, aerial duels, and intelligent movement inside the box. His game is built on efficiency rather than volume, making him suitable for teams that prioritize control and structure.

Statistical Snapshot: What Füllkrug Offers

In recent top-level seasons, Füllkrug has consistently delivered:

  • Around 0.45–0.55 goals per 90 minutes

  • High success rate in aerial duels

  • The majority of shots taken inside the penalty box

  • Solid assist numbers for a traditional No.9

  • Strong defensive contribution through pressing and positioning

These numbers reflect a striker who maximizes limited chances — a key requirement in Allegri’s system, where matches are often decided by fine margins.

Why Füllkrug Fits Allegri’s Tactical Vision

1. Reliable Hold-Up Play

Milan often struggles to progress centrally when facing compact defenses. Füllkrug can receive the ball with his back to goal, protect possession, and bring midfielders into play — reducing isolation for Leão and Pulisic.

2. Aerial Presence and Set-Piece Threat

Milan crosses frequently but lacks a dominant header of the ball. Füllkrug adds:

  • Near-post and far-post movement

  • A consistent threat from set pieces

  • An alternative attacking pattern when open play stalls

3. Tactical Discipline

Unlike mobile strikers who drift wide, Füllkrug maintains central positioning. This helps Allegri keep his defensive and midfield structure intact, something he values highly.


Non-Tactical Advantages

Beyond tactics, Füllkrug brings:

  • Leadership and maturity from international experience

  • Calm decision-making in high-pressure matches

  • A professional mentality that can benefit younger attackers

For a Milan squad balancing youth and experience, this presence could stabilize the dressing room.

Potential Downsides of the Signing

Age and Longevity

At 32, Füllkrug would be a short-term solution, likely offering one or two productive seasons rather than long-term resale value.

Limited Pace

He is not suited for high-tempo counter-attacking games. Milan would need to rely more on wide speed and structured build-up rather than quick transitions.

Financial Perspective

While affordable compared to elite strikers, the lack of resale value contrasts with Milan’s usual investment strategy.

Conclusion: A Functional, Allegri-Style Striker

Niklas Füllkrug may not be a glamorous signing, but he represents exactly what Allegri prioritizes: reliability, tactical discipline, and efficiency. His presence could solve Milan’s issues against low blocks, improve aerial threat, and bring balance to the attack. It's also creating a competitive atmosphere with Santiago Gimenez

In short, Füllkrug would not redefine Milan’s identity — but he could make it work better.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Inter dan Milan Punya Stadion yang Sama tapi Beda Nama?

Sumber: sportspro.com Bagi para penggemar sepak bola, stadion San Siro adalah salah satu ikon paling terkenal di dunia. Tapi yang unik, stadion ini digunakan oleh dua klub besar Serie A, yaitu AC Milan dan Inter Milan.  Meski berbagi stadion yang sama, kedua klub ini menyebutnya dengan nama berbeda: Milan menyebutnya San Siro , sementara Inter menyebutnya Giuseppe Meazza . Bagaimana sejarah di balik fenomena ini? Yuk, kita bahas! Sejarah Singkat Stadion San Siro San Siro, yang terletak di Milan, dibangun pada tahun 1926 atas inisiatif Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu. Awalnya, stadion ini hanya digunakan oleh AC Milan dan memiliki kapasitas sekitar 35.000 penonton. Stadion ini diberi nama sesuai dengan nama distrik di mana stadion tersebut berada, yaitu San Siro. Pada tahun 1947 , Inter Milan mulai berbagi penggunaan stadion dengan AC Milan. Hal ini dilakukan karena Inter tidak memiliki stadion sendiri yang memadai untuk menggelar pertandingan besar.  Sejak saat i...

Starting XI AC Milan Terbaik, Formasi "Pohon Natal"

  Formasi "pohon natal" menjadi formasi legendaris untuk AC Milan menggunakan formasi 4-3-2-1, salah satu formasi Ikonik bagi sejarah AC Milan.  Dipopulerkan oleh Carlo Ancelotti pada awal 2000-an, formasi ini membawa Rossoneri menorehkan kejayaan di kancah domestik dan Eropa.  Dalam formasi ini, Milan mengandalkan kekuatan lini tengah yang solid, kreativitas dua gelandang serang, dan satu striker tunggal yang tajam.  Berikut adalah starting XI terbaik AC Milan versi formasi pohon natal. Penjaga Gawang Dida   Kiper asal Brasil ini menjadi andalan Milan dalam era keemasan Ancelotti. Reaksinya yang cepat dan pengalaman di laga besar membuatnya sulit tergantikan.  Dida merupakan bagian penting dari skuad yang memenangkan Liga Champions 2003 dan 2007. Lini Belakang (4 pemain) Cafu (RB)   Legenda Brasil ini dikenal karena kecepatan dan stamina luar biasa. Meski berusia matang saat bergabung, Cafu tetap menjadi bek kanan tangguh yang rajin membantu sera...

Apakah Rafael Leão Bisa Menjadi Bintang Seperti Kaka di AC Milan?

AC Milan dikenal sebagai klub yang melahirkan banyak bintang dunia, salah satunya adalah Ricardo Kaka. Pemain asal Brasil ini menjadi ikon Milan di era 2000-an, membawa klub meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Liga Champions 2007 .  Kini, Milan memiliki bintang baru, Rafael Leão, yang dianggap sebagai salah satu pemain paling berbakat di generasi saat ini. Namun, apakah Leão bisa mencapai level yang sama dengan Kaka? Mari kita analisis lebih dalam. Perbandingan Gaya Bermain Kaka: Playmaker Elegan dengan Visi Tajam Kaka dikenal dengan gaya bermain yang elegan. Ia adalah gelandang serang yang memiliki visi luar biasa, dribel yang halus, dan penyelesaian akhir yang klinis.  Kecepatan dan ketenangannya di depan gawang membuatnya menjadi ancaman utama bagi lawan. Selain itu, Kaka juga memiliki kemampuan memimpin permainan dari lini tengah, sesuatu yang membuatnya sangat dihormati di Milan. Leão: Kecepatan dan Dribel Mematikan Sementara itu, Rafael Leão lebih dikenal seba...